You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kampung Iklim KLU Miliki Ratusan Tanaman Sayuran
photo Wuri Setyaningsih - Beritajakarta.id

Warga RW 07 KLU Wajib Tanam Sayuran dan Toga

Warga di Kampung Iklim RW 07, Kebayoran Lama Utara (KLU), Jakarta Selatan diwajibkan untuk menanam sayuran atau tanaman obat keluarga (Toga). Pemanfaatan pekarangan rumah warga, membuat kampung iklim ini memiliki ratusan jenis tanaman.

Warga di sini diminta untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka dengan menanami berbagai macam tanaman sayuran

Lurah Kebayoran Lama Utara Waluyo mengatakan, kampung iklim ini berdiri sejak tahun lalu. Dimana kampung tersebut diharapkan dapat menjadi kampung percontohan bagi wilayah lainnya.

"Warga di sini diminta untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka dengan menanami berbagai macam tanaman sayuran," ujar Waluyo, Jumat (20/7).

Tiga RPTRA di Koja Dapat Bantuan Bibit Toga

Menurut Ketua RW 07, Kriswanti Handayani mengatakan, wilayahnya didiami oleh 433 KK dengan luas 7,7 hektare. Tanaman yang sudah ditanam warganya antara lain terong, kacang panjang, pare, timun, bayam, mahkota dewa dan kangkung.

"Masing-masing rumah, juga diminta menanam tanaman cabai. Sebab harga cabai yang sering tidak stabil. Selama ini niat warga terhadap bercocok tanam sangat tinggi, pemanfaatanya pun sampai lahan sempit yang di pinggir saluran," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1182 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1156 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye945 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye927 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye844 personBudhi Firmansyah Surapati